MEDAN||Globalposnews.com — Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa di Aula Kantor Kelurahan Tanjung Marulak Hilir (TMH), Jumat (21/8/2026). Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara Medan yang sedang melaksanakan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) menggelar kegiatan Rembuk Kelurahan sebagai wadah untuk berdiskusi, bertukar gagasan, sekaligus menggali berbagai persoalan kesehatan yang ada di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa di lapangan. Tidak hanya sekadar menjalankan program akademik, para mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, memahami berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi, serta belajar mencari solusi melalui pendekatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Rembuk Kelurahan dihadiri oleh Lurah Tanjung Marulak Hilir, Ibu Eka Sapitri, S.E., beserta jajaran; Kepala Puskesmas Sri Padang, Ibu Rahmayani Lubis, S.Tr.Keb., MKM, beserta jajaran; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Nurhayati, S.Si.T., M.Si.; para Kepala Lingkungan yang berada di wilayah Tanjung Marulak Hilir; Ibu-Ibu PKK; serta Ketua Karang Taruna.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama. Pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di tingkat lingkungan memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan suasana terbuka dan penuh interaksi. Herlia Nur Laspita dipercaya sebagai pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan, mulai dari pembukaan hingga rangkaian diskusi.
Sementara itu, Fifi Afifah Hasibuan bertindak sebagai pemateri yang menyampaikan berbagai informasi dan pembahasan yang berkaitan dengan kegiatan PBL serta kondisi kesehatan masyarakat di wilayah Tanjung Marulak Hilir.
Dalam forum tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membuka ruang dialog dengan para peserta. Berbagai pengalaman, masukan, dan pandangan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam diskusi. Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan secara langsung berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat sekaligus memahami bahwa persoalan kesehatan sering kali berkaitan erat dengan lingkungan, kebiasaan, pengetahuan, serta partisipasi masyarakat.
Bagi mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara, kegiatan Rembuk Kelurahan menjadi pengalaman yang sangat berarti. Pembelajaran yang selama ini diperoleh di ruang kuliah dapat dipraktikkan secara langsung melalui komunikasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga belajar bahwa menjadi tenaga kesehatan masyarakat bukan hanya tentang memahami teori dan ilmu kesehatan, tetapi juga tentang bagaimana membangun komunikasi, menumbuhkan kesadaran, menggerakkan masyarakat, serta membangun kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Ibu Eka Sapitri, S.E., selaku Lurah Tanjung Marulak Hilir, bersama jajaran kelurahan memberikan ruang dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan mahasiswa PBL. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan warna positif sekaligus membantu menggali berbagai potensi dan permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat.
Dukungan juga datang dari Puskesmas Sri Padang melalui Kepala Puskesmas, Ibu Rahmayani Lubis, S.Tr.Keb., MKM, beserta jajaran.
Kolaborasi antara kelurahan, puskesmas, mahasiswa, dan masyarakat menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Nurhayati, S.Si.T., M.Si., turut mendampingi mahasiswa dalam proses pelaksanaan kegiatan. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting agar mahasiswa mampu menjalankan PBL secara terarah, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keterlibatan Kepala Lingkungan, Ibu-Ibu PKK, dan Ketua Karang Taruna juga memberikan nilai tambah dalam kegiatan ini. Mereka menjadi bagian dari unsur masyarakat yang memiliki kedekatan langsung dengan warga sehingga diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menyampaikan informasi, membangun kepedulian, dan mendorong partisipasi masyarakat terhadap berbagai program kesehatan.
Rembuk Kelurahan akhirnya bukan hanya menjadi sebuah agenda mahasiswa, tetapi berkembang menjadi ruang untuk menyatukan perspektif antara dunia akademik, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Dari forum sederhana tersebut, lahir semangat untuk saling mendukung dan mencari langkah terbaik dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan di lingkungan Kelurahan Tanjung Marulak Hilir.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pengalaman belajar di lapangan dapat memberikan manfaat dua arah. Mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam memahami kehidupan masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan tambahan wawasan serta kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, kegiatan Rembuk Kelurahan diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di Tanjung Marulak Hilir.
Dari ruang kelas menuju tengah masyarakat, mahasiswa belajar untuk mendengar, memahami, dan bergerak bersama. Karena masyarakat yang sehat tidak lahir dari kerja satu pihak, tetapi dari kepedulian dan kolaborasi semua pihak. (Khael. H)
