Pembangunan dan Peningkatan Ekonomi Pemkab Cirebon Susun Rencana Strategis

Kabupaten Cirebon, Globalposnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas berbagai strategi yang diperlukan dalam perencanaan pembangunan, meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi berkualitas demi kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon dengan menghadirkan Eks Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2001-2004), Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS sebagai pembicara kunci, Rabu (19/6/2024).

Pejabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi, mengatakan, FGD ini menjadi langkah pertama untuk mendapatkan masukan dan saran dari para ahli, yang nantinya diterapkan dalam strategi kebijakan di semua sektor.

Pihaknya pun, akan mengakomodir masukan lain untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Kabupaten Cirebon, seperti kondisi jalan dan pengelolaan sampah.

“Perlu diketahui, beberapa permasalahan di Kabupaten Cirebon, seperti kondisi jalan, sampah dan lain sebagainya. Saya mengapresiasi, karena adanya komitmen bersama dari berbagai pihak untuk mencari solusinya,” ujar Wahyu.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyoroti pentingnya penetapan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang hingga kini belum ditetapkan.

Dia menegaskan bahwa, penetapan RTRW menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Sebab, dengan regulasi itu, pihaknya bisa memberikan jaminan kepada para investor mengenai ruang-ruang investasi yang tersedia di Kabupaten Cirebon.

“FGD ini menunjukkan komitmen Pemkab Cirebon dalam melibatkan berbagai pihak, untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” imbuhnya.

Pada prinsipnya, Pj Bupati menggandeng semua pihak untuk terus berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan demi mewujudkan Kabupaten Cirebon yang maju dan sejahtera.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’i MPd menyebutkan, masukan dari para ahli sangat diperlukan untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di wilayahnya.

Khusus pada sektor investasi, Hilmy menekankan, Pemkab Cirebon tengah fokus memberikan kemudahan bagi para investor untuk menanamkan modalnya yang sejalan dengan Perda RTRW.

“Jika Perda RTRW selesai, lahan-lahan untuk industri, pertanian, dan perikanan akan lebih jelas,” tutur Hilmy.

Ia mengajak pengusaha untuk berkomunikasi dengan pemerintah, khususnya terkait lahan sawah yang dilindungi (LSD) dan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Mengingat keterbukaan investasi, tambah dia, harus dilakukan dengan cermat, agar investor tidak salah memilih lahan.

“Misalnya, lahan yang diperuntukan bagi industri itu harus sesuai. Sebab Kabupaten Cirebon memiliki LSD pertanian seluas 53 ribu hektar, sedangkan yang LP2B sekitar 40 ribu hektar,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Rokhmin Dahuri, menekankan pentingnya mengoptimalkan pengelolaan sektor infrastruktur, ekonomi, dan sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan Kabupaten Cirebon.

Rokhmin menyatakan keinginannya untuk memberikan masukan, guna meningkatkan kualitas Kabupaten Cirebon, khususnya pada tiga sektor tersebut.

“Saya mengajak semua pihak untuk bekerja sama, dalam upaya membangun Cirebon menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera,” tukasnya. (Agung)

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *