Tangerang Kabupaten || Globalposnews.com – Proyek pembangunan drainase di Kampung Pisangan Periuk Rt.005 Rw.02 Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, menuai kontroversi. Warga setempat mengeluhkan kualitas pembangunan drainase yang diduga menggunakan material mutu rendah, sehingga dikhawatirkan tidak akan mampu berfungsi optimal dan berumur pendek. Keluhan ini disampaikan langsung oleh beberapa warga kepada awak media Globalposnews pada Sabtu, tanggal 21/12/2024 pukul: 08.49 WIB.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat beberapa indikasi penggunaan material yang kurang berkualitas. Beton yang digunakan untuk saluran drainase tampak rapuh dan retak. Beberapa bagian bahkan sudah memperlihatkan keretakan dan ada beberapa bagian yang Gompel, Ukuran dan ketebalan beton juga dipertanyakan, terlihat lebih tipis dari spesifikasi standar yang seharusnya digunakan untuk proyek infrastruktur publik. Selain itu tidak ada pelatihan dasar dengan material pasir juga agregrat, para pekerjapun tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD).
UB saat dilokasi kegiatan kepada Awak Media Globalposnews.com menyampaikan” Dengan kualitas pembangunan drainase sepeti bisa dipastikan tidak akan tahan kama, minimnya Pengawasan dan transfaransi Pemkab Tangerang dalam mengalokasikan kegiatan kepada kontraktor yang dalam melaksanakan pekerjaannya jadi asal-asalan” ujar UB.

” Minimnya Pengawasan dari PPTK serta tidak adanya informasi jelas terkait kegiatan karena tidak adanya terpasang papan proyek yang sangat jelas tertuang diperlukan Undang-Undang No 14 Tahun 2008 Tentan Keterbukaan Informasi Publik (KIP)” ucapnya.
WN (50), salah satu warga Kampung Pisangan Periuk. “Sangat menyayangkan Material Uditc-h yang di pasang pada retak dan gombal juga ada yang pecah dibagikan bibir slop Udict-h,
Padahal, kami berharap drainase ini bisa mengatasi masalah banjir di kampung kami yang sering terjadi saat musim hujan. Dengan kualitas seperti ini, kami ragu drainase ini akan bertahan lama.” Ucapnya.
Untuk menggali informasi kami mencoba untuk konfirmasi kepada para pekerja, hal hasil tidak mendapatkan jawaban yang aktual.
Senada dengan Supardi, Ibu Aminah (45) juga mengungkapkan kekecewaannya. “Uang negara yang digunakan untuk proyek ini sangat besar, tapi hasilnya sangat mengecewakan. Material yang digunakan terlihat murahan dan asal-asalan. Kami khawatir proyek ini hanya akan menjadi pemborosan anggaran dan tidak memberikan manfaat bagi warga,” tuturnya.
Menanggapi hal ini, pihak kontraktor pelaksana proyek yang tidak diketahui asal usulnya serta pihak yang berkewenangqn dalam kegiatan Proyek Drainase di Kampung Pisangan Periuk hingga saat ini belum mendapatkan keterangan resmi hingga berita diterbitkan.
Pewarta: Candra
