Tangerang Kabupaten || Globalposnews – Proyek peningkatan drainase di Perumahan Pondok Indah Blok E 32 Rt.002 Rw.09.00 Kelurahan Kutabaru Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, APBD 2024 Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pemakaman, Nilai anggaran Rp.100.645.000, Pelaksana CV. Kosong Sembilan kembali menuai kontroversi dan dikeluhkan Warga akan kualitas pengerjaan yang dinilai asal-jadi dan tidak sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Keluhan ini bukan yang pertama kali muncul, mengingat proyek serupa di kawasan yang sama beberapa bulan lalu juga diwarnai permasalahan serupa. Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan transparansi proyek pembangunan infrastruktur publik.

Dari hasil Investigasi Awak Media Globalposnews.com berpusat pada beberapa aspek. Pertama, material yang digunakan diduga tidak memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan, tidak ada oengamparan pasir di landasan Uditc-h, pemasangan Uditc-h dalam keadaan air tergenang, pekerja tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) dan sisi Uditc-h kesini lain terpasang longgar tidak mengunci, tampak beberapa Uditch-h yang terpasang pecah, belum lagi bekas galian tidak di mobilitas sehingga bekas lumpur galian bercecer saat hujan yang menimbulkan jalan licin.

Proses pengerjaan berlangsung singkat dan minimnya pengawasan. Hal ini diduga menjadi penyebab utama rendahnya kualitas hasil pekerjaan,
Salah satu pekerja begitu diminta keterangan oleh Awak Media Globalposnews mengatakan” Pelaksana tidak ada dan pengawas dari pemerintah juga tidak pernah ada,” maaf Bang saya cuma kerja untuk urusannya mendingan abang langsung aja ke bang Aeng” ucapnya.

Dugaan adanya ketidak beresan dalam proyek tersebut dikritisi HR warga Blok lain yang kebetulan ada dilokasi mengatakan”
Kasus ini sekali lagi menggaris bawahi pentingnya pengawasan yang ketat dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur. Lembaga terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan instansi pengawas lainnya, diharapkan dapat bertindak tegas dan melakukan investigasi secara independen untuk mengungkap dugaan penyimpangan dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab. Ketidakpedulian terhadap kualitas pekerjaan dan transparansi anggaran hanya akan merugikan masyarakat dan berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya partisipasi aktif warga dalam mengawasi proyek-proyek pembangunan di lingkungan mereka. Hanya dengan pengawasan yang ketat dan transparansi yang tinggi, pembangunan infrastruktur dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat” ucapnya.

Belum ada pihak-pihak yang bertanggung jawab akan pelaksanaan proyek Drainase untuk bisa memberikan klarifikasi sehingga berita diterbitkan.

Pewarta: Agus susanto (kuncir)

About The Author