Singkawang||Globalposnews.com – Kesakralan ritual “Cuci Jalan” dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang terusik oleh ulah sejumlah oknum Tatung. Meski panitia telah melarang keras atraksi sadisme, praktik penyembelihan dan penghisapan darah hewan secara terbuka terpantau masih terjadi di tengah kerumunan warga, Senin (2/3).

Ritual yang seharusnya menjadi simbol pembersihan kota dari energi negatif tersebut justru menuai kritik pedas. Pasalnya, beberapa peserta secara terang-terangan melanggar Poin 7 regulasi resmi Panitia Pelaksana Cap Go Meh 2026 yang mengharamkan atraksi memakan atau menggigit binatang di sepanjang rute.
Lemahnya Penegakan Atuaan

Temuan di lapangan ini mengindikasikan adanya “lubang” besar dalam pengawasan panitia. Meski aturan di atas kertas sudah sangat eksplisit, ketiadaan tindakan tegas di lokasi membuat oknum peserta seolah bebas mempertontonkan aksi brutal di hadapan publik, termasuk anak-anak.
Panitia Dituntut Bertindak Tegas.

Kini, publik mendesak Panitia Pelaksana untuk tidak “main mata” atau bersikap permisif terhadap pelanggaran ini. Komitmen panitia untuk menjaga marwah budaya Singkawang agar tetap elegan dan beradab kini sedang diuji.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak panitia mengenai sanksi konkret yang akan diberikan kepada para pelanggar guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di puncak perayaan nanti.

Pewarta: Zaldi Aswan

About The Author