Kab Tangerang||Globalposnews.com – Miris jika Kita renungkan dan telaah lebih dalam terkait adanya pengelolahan Sampah di Kampung Senen Desa Sukatani Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang.
Saat Tim Awak Media dilokasi tampak di setiap rumah warga menjadi sarana penampungan sampah yang diduga ada oknum-oknum selaku kordinator atau mengkordinir Sampah yang berasal dari Tangerang Selatan (Serpong) Selasa, 18/08/2026.
Sb (dusamarkan) Warga salah satu pengelolah sampah kepada Awak Media mengungkapkan disini pengelolah sampah banyak Bang!” dari depan gang sampai keujung ” ucapnya.
” Sehari mobil sampah yang masuk bisa 3 mobil bisa 5 mobil, kebanyakan dari Serpong dari Pik juga ada ” Tqmbahnya.
Untuk memastikan legalitas penampungan,pengepul, pengelolah dan pemanfaatan sampah faktanya saat dipertanyakan tidak memiliki legalitas.
Ketua Rw.07 Burhan saat Awak Media Mendatangi kerumahnya untuk dimintai ke Terang, tidak berada dirumah dan hanya sosok istri yang menyampaikan,” Bapak tidak ada dirumah lagi ada acara mauliddan di masjid ucapnya.
Tak sampai disitu Tim Awak Media terus melanjutkan penelusuran agar bisa mendapatkan informasi lanjut langsung beranjak dari lokasi menuju ke Kantot Kecamatan Rajeg, Hal hasil Camat Oman Apriaman SKM, S.IP, M.Si tidak berada di tempat. dan saat di hubungi dan pesan singkat Whatsapps tidak menanggapi, meskipun awal di pesan singkat Whatapps kami terlebih dahulu mengucapkan salam” (Asalamualaikum wr.wb) padahal Wajib hukumnya setiap umat muslim menjawab salam.
Tidak dapatkan jawaban dari Camat Oman kamipun (Tim) berkomunikasi dengan Kasi Pol PP Kecamatan Rajeg H.Jaenal.M saat dimintai keterangan menjelaskan,” Kami sudah bolak-balik beri teguran bahkan kamipun sudah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup dan Sat Pol PP Kabupaten Tangerang” faktanya sampai saat ini kegiatan pengelolahan sampah di Kampung Senen masih saja beraktifitas.” Ungkapnya.
Dalam hal ini Pemerintah Kabuoaten Tangerang, APH harus segera melakukan penertiban, penyegelan permanen dan menindak tegas oknum-oknum tidak pandang bulu bukan malah diam dan pembiaran sehingga munculnya opini publik negatif seolah-olah adanya dugaan dibina oleh oknum tertentu atau dapat upeti sehingga Kampung Senen dijadikan sarana pengepulan sampah yang sangat dipastikan lingkungan menjadi kumuh tidak sehat bahkan jutaan lalat sampai ke pencemaran lingkungan, yang seharusnya Anak cucu bisa menghirup udara segar, makan tidak dijerumuni lalat, seakan-akan mereka di warisan Sampah dan Bau tidak sedap.
Redaksi Globalposnews.Tim terbuka dan menerima pihak-pihak yang yang diberitakan untuk mengkonfirmasi serta mrmberikan klarifikasi hak jawab agar adanya keberimbangan berita ini yang sudah di terbitkan.
Agus kuncir (TIM)
