Tangerang||Globalposnews.com – Sebuah motor tertimpa ranting pohon Ambon bertempat di taman kutabumi Kecamatan. Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Lahan Fasum Ruang Tata Hijau (RTH) yang seharusnya dikelolah Dinas Lingkungan Hidup Bidang Taman Kabupaten Tangerang faktanya disinyalir di kelolah oleh Ketua Rw.04 Kelurahan Kutabumi. Rabu 01/04/2026.

Pengelolahan yang tidak wajar inilah yang mengakibatkan tidak adanya pengawasan dan pemeliharaan dari DLHK Bidang Pertamanan sehingga penataan taman tidak sesuai manfaat dan fungsionalnya yang saat ini terlihat tampak kumuh sarang tikus,sarang nyamuk dan bau tidak sedap dengan adanya Bangunan liar warung kopi yang berdiri,permainan anak Odong-odong,mandi bola,main pancing ikan,pangkalan gerobak pk 5,serta depot-depot jualan kembang dan pupuk.

” Informasi yang didapat di duga bayar sewa dengan Ketua Rw.04.

Diwaktu yang sama Lurah Kutabumi Ade Sunaryo S.pd M.m saat Awak Media konfirmasi lewat What apps mengatakan.

” Terimaksih Pak atas infonya mohon dibantu pedagang disitu agar reaktif terhadap hal demikian dan sudah saya himbau untuk dirapikan akan tetapi sampai saat ini tidak di indahkan.”Ucap Ade Selasa 31/03/2026.

Berselang kemudian Kasi Trantib Kelurahan Kutabumi Sarjan bersama Ketua Rw 04 Karman dan Pengurus juga satpam perumahan kelokasi.

“Betul kami pengelolahnya tapi saya tidak tahu apa apa, karena masih baru menjabat Ketua Rw yang belom lama dilantik,”

“Sebelum nya juga sudah saya kasih tau pohon Ambon itu saya suruh dirapihkan akan tetapi sampai saat ini tidak di indahkan terkait motor pak Agus yang tertimpa Ranting pohon yang tumbang bawa aja ke bengkel Pungkasnya.”

Sarjan Kasi Trantib Kelurahan Kutabumi menambahkan” Untung robohnya Ranting tidak ke orang, bayangkan kalau nimpanya ke Tekuk leher.”ucap sarjan sambil memperagakan tangan kebagian tekuk lehernya.

faktanya belum ada lanjutan perihal motor yang berdampak dari kejadian ranting pohon tumbang yang mengalami kerusakan parah pada bodi motor. Lampu sen depan dan kaca spion, Sampai berita ini diterbitkan.

Agus kuncir/Tim

About The Author