Kab Tangerang||Globalposnews.com – Penertiban Bekas Penempatan Pedagang Pasar Sementara Cisoka berlangsung alot, setelah tahap demi tahap telah dilakukan secara persuasif oleh gabungan Sat Pol PP kabupaten Tangerang yang turut di dampingi TNI dan Polri serta beberapa OPD. Kamis.18-06-2026.

Kasat Trantib Ana Supriyatna setelah menyampaikan petisi dan penyampaian permohonan kepada pedagang Ex Tpps untuk korporatif dan melakukan perpindahan secara mandiri.dengan dibantu petungane gabungan, satpol PP, TNI dan Polri untukmu membantu dan mengawal pemindahan barang dagangannya untuk pindah ke Pasar Cisoka yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang

Sama halnya dengan Camat Cisoka Sumartono S.STP S.IP menyampaikan dengan cara humanis kepada para pedagang Ex Tpps agar segera pindah kepasar Cisoka.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah menyiapkan Pasar yang layak dan dalam hal ini kami Pemkab Tangerang Khususnya Kecamatan Cisoka mengharapkan wilayah yang tertata rapih bersih dan tidak kumuh dan lebih memperhatikan kesenjangan masyarakat Cisoka, dan juga para Bapak-bapak dan Ibu-ibu para pedagang Ex Tpps untuk pindah kepasar Cisoka.” Ujarnya.

Sementara dalam giat penertiban terlihat beberapa orang yang menghadang.

Diduga yang menghadang bukan sepenuhnya para pedagang Ex Tpps.

Terpantau dilokasi Nunung pemilik lahan di duga sebagai Kordinator Aksi penghalang para petugas Satpol PP yang Didampingi Tni, Polri serta OPD Kab Tangerang didampingi Firman Aktivis Mahasiwa (akunya).

Nunung salah satu ahli waris pemilik lahan bersikeras menolak penertiban menyuarakan.” Saya disini mewakili orang susah membantu orang miskin untuk cari nafkah jualan dilahan saya.

” Lahan ini milik pribadi punya Sertifikat dan bayar pajak jadi Pemkab Tangerang tidak punya hak untuk membongkar lapak.” Jelas Nunung.

Saat Awak Media mewawancarai Nunung terkait para pedagang Ex Tpps bayar sewanya berapa perbulan.

” Bervariasi ada yang Rp.1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) ada yang Rp. 2.500.000 (Dua Juta lima ratus rupiah) jawab Nunung.

Tahapan demi tahapan telah dijalankan Pemkab Tangerang, bahkan sampai 4 kali melakukan mediasi dan wacana yang humanis, tidak juga menemukan titik terang.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan Personil gabungan dan alat berat belko ditarik mundur.

Agus kuncir

About The Author