Kabupaten Cirebon || Globalposnews.com – kegiatan pembangunan drainase di jalan Pekantingan Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon, banyak masyarakat mengeluhkan pembangunan tersebut dikarenakan mangkrak, seharus cepat dikerjakan jangan di ulur ulurkan waktunya.
Pasalnya pembangunan drainase ini tak kunjung selesai, jadi jalan untuk beraktivitas tersendat.
Pembangunan proyek drainase ini dikerjakan oleh CV. Hanifah bersumber dari APBD Kabupaten sebesar Rp. 285.000.000,_ ( Dua Ratus Delapan Puluh Lima juta rupiah) dengan panjang 265meter Luas 4,50-5.00meter, diduga keras karena turunan Jin Iprit maka meraup keuntungan yang rakus biarlah mutunya jelek yang penting keuntungan lebih besar.
Dari pantauwan awak media Globalposnews selama beberapa hari sangat memperhatikan tidak adanya orang pekerja di lokasi pembangunan tersebut, kami pun meminta keterangan dari salah satu warga yang depan rumahnya kena pembangunan drainase.
Ia katakan: iya mas sangat terganggu karena saya mau beraktivitas susah harus bikin penyebrangan dulu yang dibikin dari papan biar saya bisa beraktivitas, ujar Siti kepada awak media Globalposnews kamis (16/10/24).
“Sudah satu minggu tidak ada yang kerja, sedangkan saya butuh jalan buat beraktivitas sedia kala”, imbuhnya.
Di lain tempat kami juga menanyakan ke Lembaga Swadaya Masyarakat Amanah Perjuangan Rakyat (LSM AMPAR) H. Babil notabenya sebagai Ketua Satgasus memaparkan kalau pekerjaan yang mangkrak ini merugikan warga setempat yang akses jalannya terbongkar, ujarnya.
Ia juga menambahkan: seharusnya ada tindakan tegas dari pengawas Dinas terkait atau dari Kepala Bidang yang menangani pembangunan proyek tersebut, imbuhnya.
Diduga keras proyek pembangunan drainase ini mendapatkan keuntungan yang istimewa, pasalnya pekerjaan tersebut membutuhkan waktu yang tidak lama sekiranya kalau panjangnya cuma 265 M ini gak butuh waktu 120 hari kerja, pungkas H. Babil.
Pewarta: Laksono & tim
