Tangerang Kabupaten || Globalposnews.com – Proyek betonisasi jalan di Perumahan Taman Raya Rejeg, Rt.02 Rw.07 Desa Mekar sari Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang, yang rencananya akan meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan, justru menuai kritik tajam dari warga. ini dinilai dari pengurangan kubikasi secara signifikan dan pengerjaannya terkesan asal-asalan, menimbulkan potensi kerusakan jangka pendek dan panjang.
Berdasarkan pantauan langsung Awak Media globalposnews.com, spesifikasi proyek yang diumumkan sebelumnya dengan kondisi di lapangan. Tebal lapisan beton yang seharusnya mencapai Tebal Beton Sesuai Rencana,15 cm, ternyata hanya berkisar Tebal Beton Aktual, 10-12 cm. Pengurangan ini menimbulkan kekhawatiran akan daya tahan jalan yang dibangun, khususnya dalam menghadapi beban lalu lintas kendaraan yang cukup padat di lingkungan perumahan tersebut. Selain itu, proses pengecoran beton juga dipertanyakan. Karena saat Awak Media di lokasi tidak tampak papan informasi (UU KIP No.14 Tahun 2008) serta tidak ada Pengawasan baik dari pihak pelaksana, pihak konsultan ataupun ke Dinasan.
Lebih lanjut, penggunaan agregat (batu kerikil) juga menjadi sorotan. Ukuran agregat yang digunakan dinilai kurang seragam dan terdapat sejumlah agregat yang berukuran terlalu besar, potensial mengakibatkan ketidak rataan permukaan jalan dan mempercepat proses kerusakan. Minimnya pengawasan selama proses pengerjaan juga diduga menjadi salah satu faktor penyebab kualitas pekerjaan yang kurang memuaskan.

Saat dikonfirmasi Awak Media globalposnews.com lewat perangkat Hp Whataaps di sebut “Basit” selaku Pelaksanana tidak menanggapi hingga sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan yang memuaskan.
Kondisi ini memperlihatkan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap proyek-proyek pembangunan di tingkat lingkungan. Pengurangan kubikasi dan pengerjaan yang asal-asalan dalam hal ini Pihak Berwenang yang Terkait, Pemerintah Desa/Kecamatan/Dinas Pekerjaan Umum diharapkan dapat segera melakukan investigasi dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan ini. Langkah-langkah tersebut meliputi pengecekan ulang spesifikasi proyek, penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran, serta memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kualitas pekerjaan yang buruk. Ke depan, transparansi dan pengawasan yang efektif menjadi kunci agar proyek-proyek pembangunan serupa dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kepercayaan publik terhadap pemerintah harus dijaga dengan memastikan kualitas dan akuntabilitas proyek-proyek pembangunan.
Pewarta: Agus kuncir
