Tangerang Kabupaten || Globalposnews.com – Jalan Raya Cadas, Sepatan, Tangerang, tengah menjadi sorotan menyusul proyek pembangunan drainase senilai ratusan juta rupiah yang diduga asal-asalan. Proyek yang digarap beberapa waktu lalu ini menuai kritik tajam dari warga sekitar, yang mempertanyakan kualitas konstruksi serta transparansi penggunaan anggaran. Keraguan tersebut muncul seiring dengan kondisi drainase yang tampak pengerjaan asal-asalan, bahkan sebelum proyek resmi dinyatakan selesai.
Berdasarkan pantauan langsung Awak Media Globalposnews.com di lapangan, tampak beberapa bagian drainase renggang dan terlihat menonjol dari bagan jalan, belum lagi terpantau dalam pengerjaan posisi air tergenang, sudah dipastikan tidak adanya pengamparan pasir pada landasan Uditc-h.
Konstruksi yang tidak rapi, dengan sambungan yang longgar dan tidak rata dan menonjolkan 7cm-10cm dari bgan jalan, Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan daya tahan drainase dalam jangka panjang, serta potensi kerusakan yang dapat mengganggu kelancaran saluran air sesuai fungsinya.
“Kami sebagai warga merasa sangat prihatin dengan kondisi drainase ini. Dana yang digelontorkan sangat besar, namun hasilnya mengecewakan,” ujar Bapak SM (55), seorang warga yang tinggal di dekat lokasi proyek.
Kepada Awak Media Abi Agung menuturkan” Pengerjaan yang terkesan terburu-buru sudah dipastikan hasil tidak akan maksimal dan sesuai spesifikasi.” Tuturnya.
Proyek ini tidak akan bertahan lama dan akan menjadi beban anggaran daerah di kemudian hari.”
khawatir drainase tersebut dapat menimbulkan genangan air yang mengganggu aktivitas bukan malah solusi untuk terhindar dari dampak banjir” ucapnya.
” Harusnya pemerintah lebih teliti dalam memilih kontraktor dan mengawasi jalannya proyek. Jangan sampai uang rakyat terbuang sia-sia,” tegasnya.
Informasi transparansi dalam pengelolaan anggaran proyek tersebut. Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait proyek drainase ini.
Beberapa aktivis lingkungan LSM dan Awak Media setempat juga telah menyatakan keprihatinan mereka dan berencana untuk melakukan investigasi lebih lanjut. dan mendesak pemerintah Kabupaten Tangerang Khususnya Dinas Bina Marga Dan Sumberdqya Air (DBMSDA) untuk melakukan audit terhadap proyek tersebut dan menindak tegas jika ditemukan adanya penyimpangan atau indikasi korupsi. “Ini bukan hanya soal kualitas drainase, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap pemerintah,” ujar Abi Agung aktivis lingkungan dari Mitra Masyarakat.” Transparansi dan akuntabilitas mutlak diperlukan dalam pengelolaan anggaran publik.”
Pemerintah Kabupaten Tangerang hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait protes warga mengenai proyek drainase tersebut. Namun, tekanan dari masyarakat danAktivis juga Awak Media setempat semakin menguat, mendesak pemerintah untuk segera memberikan penjelasan dan solusi atas permasalahan ini. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan yang ketat dan transparansi yang tinggi dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur di daerah, guna memastikan kualitas dan efektivitas penggunaan anggaran negara. Nasib proyek drainase di Jalan Raya Cadas Sepatan ini pun masih menjadi pertanyaan besar yang menanti jawaban dari pihak berwenang.
Pewarta: Agus susanto (kuncir)
