Tangerang || Globalposnews.com – Proyek peningkatan infrastruktur jalan di Perumahan Taman Walet Rt. 04 Rw.010 Kelurahan Sindang Sari Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, tengah menjadi sorotan publik. Bukan karena kemajuan pembangunannya, melainkan karena dugaan praktik “ Spanyol (Separuh Nyolong) dan Bancakan” yang melibatkan sejumlah pihak terkait, Jum,at 13/12/2024 pukul 19.25 WIB.
Proyek yang dianggarkan sebesar Rp.148.740.000 [Seratus Empat Puluh Delapan Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah] Sumber Dana APBD-P 2024 PL Kecamatan Pasar Kemis, Pelaksana CV.Nubariz Azzahra, menuai kritik tajam akibat kualitas pekerjaan yang dipertanyakan dan di duga adanya kecurangan dan penyimpangan prosedur pengadaan.
Dugaan kecurangan tersebut diperkuat oleh temuan AK bersama Wartawan Globalposnews.com yang telah melakukan investigasi lapangan dan pengukuran, menemukan indikasi penggunaan material bangunan yang tidak sesuai standar, serta ketebalan betonpun 8cm-10cm, bayangkan jika dihitung, berapa kubikasi yang tidak tertuang” jelas AK.
Pihak pelaksana” Inan kepada AK mengatakan” kang jangan begitulah main ukur aja, saling menghargailah, coba akang ke bang HA untuk koordinasi ke dia” kata Inan.

Sejumlah warga perumahan Taman Walet mengeluhkan setelah mengetahui Awak Media Investigasi di lokasi proyek, ambil data aktual kegiatan dan pengukuran, yang faktanya ketebalan beton 8cn-10cm, padahal Bakisting 15cm sesuai RAB.
Salah satu warga yang ditemui di lokasi proyek AN mengungkapkan Keluhannya” Ia menuding adanya dugaan kecurangan dalam proses pengadaan material. “Kami curiga ada permainan dalam pengadaan Proyek Jalan ini, Beton terlihat tidak sesuai spesifikasi dan jelas saya lihat sendiri ukuran ketebalannya cuma 8cm-10cm,” ujarnya dengan nada geram.
Ketidak jelasan dari pihak-pihak terkait semakin memperkuat kecurigaan publik terkait adanya praktik “bancakan” dalam proyek ini. Kondisi pelaksanaan adanya dugaan penyimpangan prosedur pengadaan menimbulkan kerugian bagi negara dan warga perumahan Taman Walet. Oleh karena itu, diperlukan investigasi yang lebih mendalam dan transparan untuk mengungkap kebenaran di balik proyek ini.
Serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat jika terbukti melakukan pelanggaran. Masyarakat berharap agar kasus ini segera ditangani secara serius oleh pihak berwenang untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang dan memastikan penggunaan anggaran negara secara efektif dan akuntabel. Kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Tangerang, Masyarakat sangat bergantung pada transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini.
Pewarta: Agus susanto (kuncir)
